Saudaraku
Coba kita simak perkataan Ahmad bin Abul Hawari, tokoh generasi tabiin tentang Abu Sulaiman Ad Darany yang dikenal sebagai ahli ibadah, "Suatu hari saya mengunjungi Abu Sulaiman Ad Darany. Aku mendapatinya sedang menangis. Aku bertanya, "Apakah yang membuatmu menangis tuanku?" Ia menjawab. "Wahai Ahmad, sesunggunya apabila malam sudah sunyi, para ahlul mahabbah (para pecinta Allah) menjadikan tapak kaki mereka sebagai alas mereka (berdiri shalat).
Sedangkan air mata mereka bercucuran di pupu diantara ruku dan sujud. Jika mereka sudah dalam keadaan demikian Allah akan memperhatikan merka dan mengatakan kepada Malaikat-Nya, "Wahai Jibril,demi saksi Mata-Ku, barangsiapa yang merasakan kesenangan dengan kala-kalam-Ku dan merasakan ketenangan dalam bermunajat pada-Ku, sesungguhnya Aku mendengarkan perkataan mereka dan aku meliha tangisan mereka. Maka wahai Jibril berserulah dan katakanlah pada mereka, "Mengapa kalian Aku lihat begitu cemas? Apakah ada orang yang mengatakan bahwa seorang akan mengazab kekasih-Nya dalam neraka? Tidak pantas bagi seorang hamba yang hina melakukan itu, apabila bagi Maha Raja Yang Maha Pemurah.
Demi kebesaran-Ku sungguh Aku akan memberi hadiah pada mereka pada waktu mereka dihadapkan pada-Ku di hari kiamat, Aku akan menampakkan wajah-Ku Yang Mulia pada mereka. Aku akan melihat kepada mereka dan mereka juga akan melihat-Ku." (Mawaiz wal Majalis/hal. 239)
Air mata Abu Sulaiman Ad Darany, mungkin air mata kerinduan bertemu Allah Swt. Air mata kecintaan yang bergolak dalam batinnya untuk bertemu dengan kekasihnya, Allah Swt. Mungkin juga, itu air matakekahwatiran, bila semua amal ibadah yang telah dilakukannya, tidak mencapai derajat sebagai golongan para kekasih Alah dan tidak termasuk kelompok para kekasih Allah. Bisa juga, air mata yang bercucuran di pipi Abu Sulaiman itu, adalah air mata ketundukan, keikhlasan, kepasrahan, pada Allah atas semua yang akan ia terima di akhirat kelak. Air mata yang menadakan kekaguman, penghormatan, pemuliaan yang luar biasa atas kasih sayang dan rahmat Allah yang Maha segalanya itu. Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa ilaaha ilallah, Allahu Akbar.
Saudaraku,
Banyak sekali ungkapan para salafushalih yang isinya suara kegelisahan batinnya. Kegelisahan yang muncul dari kesadaran kecil dan ketidakbersayaan dirinya di hadapan Allah Swt. Kegelisahan yang kerap kali ada ketika hati mereka penuh memuliakan dan mengangkan Allah, lalu memunculkan kepasrahan yang tinggi dan ketundukan yang sangat dalam di hadapan-Nya. Kegelisahan yang menyeruak seiring dengan kedekatan dan usaha mereka untuk mengabdikan seluruh hidupnya di jalan Allah Swt.
Beribadah, beramal, berjuang dan bekerja untuk meninggikan syariat-Nya. Itulah pelajaran terbesar dari sikap para salafushalih yang selalu melakukan muhasabatun nafs, introspeksi diri. Instropeksi diri yang selalu ada setelah mereka mengerahkan semua kesanggupannya untuk berpaling dari kemaksiatan. Kekuatannya untuk tetap memantapkan pilihannya untuk mengikuti petunjuk kebenaran. "Jika engkau melihat orang melakukan dosa, tidak perlu mencacinya. Tapi ingatlah dosa-dosamu karena Allah hanya menanyakan amal yang engkau lakukan," begitu salah satu nasihat Luqman kepada anaknya.
Semoga Allah membuka pintu magfirah dan ampunan-Nya untu kita. Allah Swt menggambarkan dua pilihan yang saling bertolak belakang, dunia atau akhirat. Tentang pilihan ini, Ibnul Qayyim mengatakan, "Bagaimana seorang dianggap berakal jika ia menjual surga dengan syahwatnya hanya sesaat?" Sedangkan seorang Tabiin, Yahya bin Muadz mengatakan, "Tidaklah seorang mulia melawan perintah Allah. Dan tidaklah orang yang bijaksana mengutamakan dunia akhirat."
Saudaraku,
Tetapkanlah pilihan kita dijalan ini. Jangan terpukau oleh kenikmatan sesaat yang akan membawa penyimpangan dan bencana. Serahkansemua orientasi hidup pada Allah Swt saja. Disanalah kita akan menemukan jaminan penghidupan Allah. Perhatikanlah nasihat panjang Ibnul Qayyim rahimahullah, "Jika seorang hamba di pagi dan sore hari, tidak mempunyai keinginan apapun kecuali Allah Swt semata. Maka Allah akan memikul seluruh kebutuhannya. Allah akan memberikan sumua yang menjadi keinginannya. Mengosongkan hatinya untuk cinta pada Nya. Menjadikan lisannya berdzikir kepada Nya. Menjadikan semua anggota tubuhny memenuhi ketaatan pada-Nya.
Tapi jika seorang hamba di pagi hari dan sore harinya tidak mempunyai keinginan apapun kecuali pada dunia. Maka Allah akan membebankan padanya semua yang menjadi keinginannya. Allah akan meninggalkannya dan menjadikan hatinya sibuk dari ketaan pada-Nya dengan mengabdikan pada manusia sesamanya. Ketahuilah, setiap orang yang menolak dari menghamba pada Allah, ketaatan dan kecintaan pada-Nya, maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk, mencintai dan menagabdinya." (Ibnu Qayyim, Al fawaid)
Ya Allah, jadikanlah yang terbaik dari usia kami adalah pada akhir usia kami. Ya Allah jadikan yang terbaik dari amal-amal kami adalah penutup amal-amal kami di dunia. Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari hari-hari kami adalah di saat kami bertemu dengan Mu...
sumber: edisi 75 Th. 5/Dzulqo'adah 1424 H/8 Januari 2004 M
Jumat, 15 Oktober 2010
Jumat, 08 Oktober 2010
Dari Diri Sendiri
Rasulullah saw suatu ketika pernha bertanya di hadapan para sahabatnya. "Siapa di antara kalian yang hari ini berpuasa?" Abu Bakar ra menjawab, "Saya ya Rasulullah." Rasul bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang hari ini mengikuti jenazah?" Abu Bakar menjawab, "Saya ya Rasulullah."Rasul bertanya lagi,"Siapa di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin? "Abu Bakar ra lagi-lagi menjawab, "saya ya Rasulullah, "Keempat kalian, rasulullah bertanya, "Siapa diantara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit? "Abu bakar kembali menjawab, "Saya ya Rasulullah, "Rasulullah bersabda, "Tidaklah perilaku itu dilakukan oleh seseorang kecuali ia pasti masuk surga." (HR Muslim)
Saudaraku,
Salah satu yang sering membuat kita kagum pada salafusshalih adalah, besarnya dorongan jiwa mereka untuk melakukan amal-amal sholeh. Mereka melakukan banyak kebaikan, karena inisiatif sendiri, bukan tekanan atau dorongan dari orang lain. Mereka, tidak pasif menunggu perintah, tapi pro aktif menyongsong tugas. Mereka adalah pemburu pahala ALlah Swt dan selalu berlomba memperoleh ganjalan Allah yang paling banyak.
Saudaraku,
Pernahkah kita mendengar nama seorang sahabat, Salkan bin Salamah ra? Dia seorang prajurit Rasulullah saw yang ikut dalam perang tabuk dan melakukan jaga malam diam-diam, di luar giliran jaga malam yang telah ditetapkan oleh pasukannya. Salkan menjaga penjaga malam yang telah ditugaskan.
Ketika Rasulullah mendengar sikap Salkan itu, Rasulullah lalu mengangkat tangan dan melantunkan do'a, "Ya Allah limpahkanlah rahmatmu pada penjaga malam dan kepada orang yang menjaga penjaga malam. "Perang tabuk terajadi saat Rasulullah dan sahabatnya dalam keadaan susah, karena kekurangan harta. Ingin sekali rasanya melakukan peran-peran seperti Salkan bin Salamah ra. Berinisiatif melakukan kebaikan di saat yang tepat, dan mendapat do'a Rasulullah saw.
Kekuatan apa yang membuat mereka secara spontan memenuhi panggilan ketaatan seperti itu? Energi apa yang tersimpan dalam hati mereka hingga memunculkan kekuatan melakukan tugas yang wajib dilakukan, bahkan lebih dari kekuatan dan kesanggupan manusia biasa?.
Perhatikanlah firman Allah Swt, "Dan tidak(pula dosa) atas orang-orang yang apabila datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperolah kendaraan untuk membawamu. "Lalu mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena sedih karena tidak mempeeroleh apa yang mereka nafkahkan(untuk jihat). "(QS. Attaubah: 92)
Itulah kekuatan iman. Menangis tatkala tak bisa memberi manfaat kepada orang lain. Sedih ketika tak mungkin terlibat dalam amal-amal soleh. Tak ada yang membuat mereka mampu melakukan semuanya, kecuali karena iman. Keimanan telah memunculkan sikap indifa dzati, motivasi dari dalam, yang menjadikan sikap mereka selalu bersemangat dan bertenaga melakukan amal-amal sholeh.
Saudaraku,
Mari merenung lagi tentang kondisi kita saat ini, di sini. Apa yang membuat kita sering menjadi lemah, tidak bertenaga, lunglai, tak kuat bahkan hanya sekedar melakukan amal wajib? Apakah yang sebenarnya yang menjadikan kita seperti tidak berdaya memenuhi panggilan Allah saat azan berkumandang? Kenapa kita menjadi berat menunaikan tugas-tugas dakwah yang kian lama semakin membutuhkan tenaga pendukungnya yang segar dan kuat?
Tundukkanlah hati dan pasrahkanlah semuanya kepada Allah swt. Dialah yang maha kuasa dan maha memiliki keinginan memberi petunjuk kepada kita, hamba-hambanya. Dialah yang maha kuat memberi kekuatan kepada kita hamba-hambanya untuk melakukan ketaatan.
Saudaraku,
Carulah waktu-waktu sunyi melakukan amal sholeh. Intailah saat-saat gelap untuk menjalin hubungan yang kuat dengan Allah. Amal yang dilakukan secara sembunyi, jauh dari pantaun orang dan jauh dari keramaian, adalah salah satu indikasi adanya indifa dzati dalam diri seseorang.
Amal-amal ketaatan dan kebaikan di saat sunyi akan menanamkan keikhlasan. Amal soleh di kala tidak ada orang yang mengetahui, itulah yang semakin menguatkan ketulusan dan keihlasan. Dan di sanalah berawal dorongan jiwa untuk melakukan kebaikan.
Itulah yang menjadikan Badiuzzaman Said Nursi Ra, tokoh pejuang dan mujaddid terkenal dari Turki mewasiatkan murid-muridnya, "Ketahuilah oleh kalian bahwa kunci kekuatan kalian ada pada keikhlasan dan kebenaran. Sampai-sampai para pendung kebathilan ingin menghimpun kekuatan dari keikhlasan dan melakukan kebanthilan. Keikhlasan kepada pengabdian kita di jalan inilah yang akan mengokohkan da'wah kita.'(Badiuzzaman Said Nursi, Al Lamaat h. 225)
Mari membuat sejarah diri kita sendiri. Karena kita akan menghadap Allah swt sendiri-sendiri. Lakukan semua amal soleh dari diri sendiri lepaskan sikap yang menjadikan kita terikat oleh tekanan orang lain, dalam melakukan ketaatan. Tidak perlu menunggu perintah dan tidak perlu menanti untuk diminta. Buang jauh-jauh segala perasaan takut oleh penilaian orang dan khawatir oleh pendapat orang saat kita melakukan amal-amal soleh.
Abaikan perkataan makhluk, Karena kita hanya berharap kepada Al-Khaliq. Tak usah peduli dengan anggapan manusia, karena hanya kita mempersembahkan semuanya, untuk Allah.
Saudaraku,
Rasakanlah bagaimana kesejukan, ketentraman, ketenangan batin hingga kekuatan besar yang kita peroleh lewat amal-amal sholeh, tanpa dorongan, tanpa perintah, tanpa tekanan, tanpa pengaruh siapapun kecuali Allah Subhanawata'ala. Lalu ucapkanlah, Subhanallah...Maha Suci Allah....
Nasihat nurani disalin dari Majalah TARBAWI edisi 77 Th.5/Dzulhijjah 1424 H/5 Pebruri 2004 M
Saudaraku,
Salah satu yang sering membuat kita kagum pada salafusshalih adalah, besarnya dorongan jiwa mereka untuk melakukan amal-amal sholeh. Mereka melakukan banyak kebaikan, karena inisiatif sendiri, bukan tekanan atau dorongan dari orang lain. Mereka, tidak pasif menunggu perintah, tapi pro aktif menyongsong tugas. Mereka adalah pemburu pahala ALlah Swt dan selalu berlomba memperoleh ganjalan Allah yang paling banyak.
Saudaraku,
Pernahkah kita mendengar nama seorang sahabat, Salkan bin Salamah ra? Dia seorang prajurit Rasulullah saw yang ikut dalam perang tabuk dan melakukan jaga malam diam-diam, di luar giliran jaga malam yang telah ditetapkan oleh pasukannya. Salkan menjaga penjaga malam yang telah ditugaskan.
Ketika Rasulullah mendengar sikap Salkan itu, Rasulullah lalu mengangkat tangan dan melantunkan do'a, "Ya Allah limpahkanlah rahmatmu pada penjaga malam dan kepada orang yang menjaga penjaga malam. "Perang tabuk terajadi saat Rasulullah dan sahabatnya dalam keadaan susah, karena kekurangan harta. Ingin sekali rasanya melakukan peran-peran seperti Salkan bin Salamah ra. Berinisiatif melakukan kebaikan di saat yang tepat, dan mendapat do'a Rasulullah saw.
Kekuatan apa yang membuat mereka secara spontan memenuhi panggilan ketaatan seperti itu? Energi apa yang tersimpan dalam hati mereka hingga memunculkan kekuatan melakukan tugas yang wajib dilakukan, bahkan lebih dari kekuatan dan kesanggupan manusia biasa?.
Perhatikanlah firman Allah Swt, "Dan tidak(pula dosa) atas orang-orang yang apabila datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperolah kendaraan untuk membawamu. "Lalu mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena sedih karena tidak mempeeroleh apa yang mereka nafkahkan(untuk jihat). "(QS. Attaubah: 92)
Itulah kekuatan iman. Menangis tatkala tak bisa memberi manfaat kepada orang lain. Sedih ketika tak mungkin terlibat dalam amal-amal soleh. Tak ada yang membuat mereka mampu melakukan semuanya, kecuali karena iman. Keimanan telah memunculkan sikap indifa dzati, motivasi dari dalam, yang menjadikan sikap mereka selalu bersemangat dan bertenaga melakukan amal-amal sholeh.
Saudaraku,
Mari merenung lagi tentang kondisi kita saat ini, di sini. Apa yang membuat kita sering menjadi lemah, tidak bertenaga, lunglai, tak kuat bahkan hanya sekedar melakukan amal wajib? Apakah yang sebenarnya yang menjadikan kita seperti tidak berdaya memenuhi panggilan Allah saat azan berkumandang? Kenapa kita menjadi berat menunaikan tugas-tugas dakwah yang kian lama semakin membutuhkan tenaga pendukungnya yang segar dan kuat?
Tundukkanlah hati dan pasrahkanlah semuanya kepada Allah swt. Dialah yang maha kuasa dan maha memiliki keinginan memberi petunjuk kepada kita, hamba-hambanya. Dialah yang maha kuat memberi kekuatan kepada kita hamba-hambanya untuk melakukan ketaatan.
Saudaraku,
Carulah waktu-waktu sunyi melakukan amal sholeh. Intailah saat-saat gelap untuk menjalin hubungan yang kuat dengan Allah. Amal yang dilakukan secara sembunyi, jauh dari pantaun orang dan jauh dari keramaian, adalah salah satu indikasi adanya indifa dzati dalam diri seseorang.
Amal-amal ketaatan dan kebaikan di saat sunyi akan menanamkan keikhlasan. Amal soleh di kala tidak ada orang yang mengetahui, itulah yang semakin menguatkan ketulusan dan keihlasan. Dan di sanalah berawal dorongan jiwa untuk melakukan kebaikan.
Itulah yang menjadikan Badiuzzaman Said Nursi Ra, tokoh pejuang dan mujaddid terkenal dari Turki mewasiatkan murid-muridnya, "Ketahuilah oleh kalian bahwa kunci kekuatan kalian ada pada keikhlasan dan kebenaran. Sampai-sampai para pendung kebathilan ingin menghimpun kekuatan dari keikhlasan dan melakukan kebanthilan. Keikhlasan kepada pengabdian kita di jalan inilah yang akan mengokohkan da'wah kita.'(Badiuzzaman Said Nursi, Al Lamaat h. 225)
Mari membuat sejarah diri kita sendiri. Karena kita akan menghadap Allah swt sendiri-sendiri. Lakukan semua amal soleh dari diri sendiri lepaskan sikap yang menjadikan kita terikat oleh tekanan orang lain, dalam melakukan ketaatan. Tidak perlu menunggu perintah dan tidak perlu menanti untuk diminta. Buang jauh-jauh segala perasaan takut oleh penilaian orang dan khawatir oleh pendapat orang saat kita melakukan amal-amal soleh.
Abaikan perkataan makhluk, Karena kita hanya berharap kepada Al-Khaliq. Tak usah peduli dengan anggapan manusia, karena hanya kita mempersembahkan semuanya, untuk Allah.
Saudaraku,
Rasakanlah bagaimana kesejukan, ketentraman, ketenangan batin hingga kekuatan besar yang kita peroleh lewat amal-amal sholeh, tanpa dorongan, tanpa perintah, tanpa tekanan, tanpa pengaruh siapapun kecuali Allah Subhanawata'ala. Lalu ucapkanlah, Subhanallah...Maha Suci Allah....
Nasihat nurani disalin dari Majalah TARBAWI edisi 77 Th.5/Dzulhijjah 1424 H/5 Pebruri 2004 M
Jumat, 01 Oktober 2010
Transformasi Keuangan Mesjid
Masjid adalah tempat paling pertama yang dibangun oleh Rasulullah ketika ia hijrah ke Madinah atau kota Yatsrib. Masjid pertama yang beliau bangun adalah masjid Quba. Kemudian ketika beliau sampai di madinah maka bangunan utama yang menjadi perhatian beliau adalah masjid. Setelah Masjid dibangun maka beliau orang pertama menjadi takmir masjid.
Pembangunan masjid pada masa rasulullah memanfaatkan batang kurma sebagai tonggak bangunan, daun dan pelepah korma sebagai atapnya dan dinding dari tanah liat. Rasulullah membangun masjid sebagai sebuah kebijakan yang dapat menjadi sebuah kekuatan menyatukan beberapa perbedaan, menghilangkan kecemburuan dari kalangan kaum muslimin.
Pengelolaan masjid pada masa Rasulullah dipegang dan di manajemen sendiri oleh Rasulullah Saw. Mulai dari aktivitas ibadah solat, pertemuan beliau dengan delegasi untusan, majlis ilmu, dan juga tempat bermusyawarah menyelesaikan beberapa persoalan yang berkaitan dengan kaum muslimin.
Sistem keuangan masjid pada masa Rasulullah terintegrasi dengan keuangan kaum muslimin. Rasulullah mengelola keuangan kaum muslimin berdasarkan kepada ketentuan Zakat dan juga kebutuhan kaum muslimin. Zakat, infak dan harta rampasan perang adalah harta kekayaan yang didistribusikan untuk keperluan kaum muslimin.
Perkembangan selanjutnya pada masa khalifah Umar bin Khattab dilakukan sebuah administrasi tentang keuangan kaum muslimin pada tingkatan Baitul Maal. Di beberapa negara kebijakan tentang keuangan sebuah masjid terdapat beberapa perbedaan. Untuk Malaysia semua kebutuhan masjid dan juga sistem keuangan menjadi tanggungjawab pemerintahan. Untuk Indonesia semua kebutuhan dan juga sistem keuangan adalah tanggungjawab pengurus masjid.
Sudah menjadi tradisi setiap hari jum’at pengurus masjid memberikan laporan tentang keuangan masjid dari minggu ke minggu. Penyampaian laporan terdiri dari laporan kas masuk dan juga kas keluar untuk beberapa pengeluaran. Keuangan masuk terdiri dari penerimaan kotak infak yang dijalankan setiap hari jum’at ketika atau sebelum khutbah berlangsung, zakat dan penerimaan dari parkir, penitipan sepatu dan juga bagi hasil dari beberapa usaha masjid. Untuk bagi hasil dari beberapa usaha masjid tidak berapa masjid yang mempunyai laporan-sepengetahuan penulis-.
Keunggulan dari sistem laporan keuangan masjid adalah akuntabilitas dan transparansi dari pengelolaan keuangan masjid. Selain diumumkan pada hari jum’at menjelang khutbah berlangsung juga terdapat laporan tertulis di dinding masjid dan laporan berbentuk print out. Beberapa masjid untuk laporan di dinding telah diganti dengan laporan print out untuk menjaga estetika masjid. Dan beberapa masjid telah memiliki laporan yang dipublikasikan lewat web dan diaudit oleh akuntan publik, seperti masjid Sunda Kelapa di Jakarta Pusat.
Beberapa permasalahan dalam sistem pengelolaan keuangan masjid di berbagai masjid yang ada dapat di identifikasi kebeberapa hal:
Pertama, Surplus keuangan masjid sering menjadi permasalahan di beberapa tempat. Terdapat beberapa kebijakan surplus keuangan masjid di gunakan oleh pengurus atau di letakkan di lembaga keuangan non syariah.
Kedua, Keuangan masjid belum menjadi media untuk menyelesaikan beberapa permasalahan bagi jamaah dan masyarakat tetangga masjid. Masih di dapati masjid yang bagus berada di kawasan miskin dan masyarakat mengalami permasalahan air bersih, biaya pengobatan, terjebak rentenir dan kekurangan makanan.
Ketiga, orientasi dari keuangan masjid masih sering difocuskan kepada pembangunan fisik masjid dan perbaikan-perbaikan untuk memperindah masjid.
Dari tiga permasalahan tentang keuangan masjid yang ada dan menjadikan masjid sebagai jantung kegiatan dan perbaikan masyarakat perlu perubahan dalam kebijakan, sistem penggunaan dan juga alokasi pengembangan keuangan masjid untuk kegiatan memudahkan jamaah dan juga tetangga masjid.
Bersambung....
Selasa, 13 April 2010
Riba Bencana Ekonomi
Plato (427-347 SM) pernah menyampaikan sikap, ‘suku bunga menyebabkan perpecahan dan perasaan tidak puas di tengah masyarakat’. Sedangkan Aristoteles sebagai murid plato (384-322 SM) memberikan pandangan bahwa fungsi uang sebagai alat tukar (medium if exchange), bukan alat untuk menghasilkan tambahan melalui suku bunga.
Menarik mengkaji bagaimana sebuah pertambahan uang yang di pinjamkan telah ada semenjak Plato dan Aristoteles hidup. Dan sampai sekarang masih banyak yang melakukan dan mempunyai metode yang lebih canggih dan juga perubahan-perubahan metode dengan tetap menggunakan prinsip-prinsip yang sama.
Berkembangnya riba dari tingkatan paling bawah, dengan menggunakan buku sederhana sampai yang mempunyai system dan dilegalkan dengan undang-undang telah menjamah hampir seluruh aspek kehidupan.
Q.S annisa 29, Q.S Albaqarah 278-279,
Apabila riba dan zina sudah merata di suatu daerah, maka mereka telah menghalalkan dirinya untuk mendapat siksaan Allah.( H.R Hakim dan yang seperti itu diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dengan sanad yang baik)
Hikmah diharamkannya riba
1. Riba adaah suatu perbuatan mengambil harta kawannya tanpa ganti
2. Bergantung kepada riba dapat menghalangi manusia dari kesibukan bekerja.
3. Riba akan menyebabkan terputusnya sikap yang baik (ma’ruf) antara sesama manusia dalam bidang pinjam meminjam.
4. Pada umumnya pemberi piutang adalah orang yang kaya, sedang peminjam adalah orang yang tidak mampu. Maka pendapat yang membolehkan riba, berarti memberikan jalan kepada orang kaya untuk mengambil harta orang miskin yang lemah sebagai tambahan.
riba terdapat unsur pemerasan terhadap orang yang lemah demi kepentingan orang yang kuat.
yang kaya bertambah kaya. yang miskin bertambah miskin
Bagaimana kita mesti keluar dari bencana ekonomi ini?
1. Bertransaksi lah dengan perbankan yang telah menggunakan system bagi hasil dan sesuai dengan syariah.
2. Ketika tidak ada, maka gunakan yang telah mempunyai unit usaha syariah
3. Bangunlah sebuah lembaga ekonomi syariah berbasis masjid.
4. Jangan pernah simpan uang anda di tempat yang telah nyata haram dan lebih baik memberikan pinjaman atau alat usaha dengan system bagi hasil bagi tetangga yang mempunyai usaha.
Baitul Muslimin MUZAKKI sebuah tawaran metode dan aplikasi sebuah lembaga keuanan yang berbasiskan masjid dan juga pengembangan jamaah melalui berbagai kegiatan meliputi pendidikan bekerjasama dengan Universitas Kehidupan Insani Entrepreneurship Charity dan di topang oleh usaha PT. MYANS INSANI SEJAHTERA sebagai payung hukum unit-unit usaha bersiat waralaba.
Di sponsori oleh:
Rumah Sehat & Apotik Herba
SYIFAAU MUMTAZ
Jakarta -Indonesia
Kamis, 04 Maret 2010
Kitab Kanan Kiri
Seperti Detik jam yang belalu, ada rangkaian yang tidak bisa di putus yang telah melahirkan banyak prestasi dan juga tidak sedikit bencana. Ketika detik kebaikan di sambung dengan detik kebaikan maka kehidupan akan menjadi indah dan membahagiakan, namun ketika detik kejahatan, ketidakbaikan di sambung dengan detik kedengkian, dan detik kemalasan, detik ketidakjujuran, maka kehidupan akan menjadi ganas dn menggenaskan, salam sang pemenang pembelajar
-Muhammad Yunus Full-
Sel, 13 Rabiul awal pukul 6:31
Bagaimana persaan anda ketika datang seseorang yang dengan tiba-tiba memberikan sebuah catatan dari Facebook. Dalam catatan tersebut tedapat tulisan-tulisan yang telah ada sepanjang perjalanan facebook itu sendiri dan di dalamnya ada catatan chatting yang dilakukan. Ada pesan inbok yang masuk dan di kirimkan.
Beberapa diantara kita akan memberikan reaksi berbeda-beda.
Pertama, barang kali Anda merasakan yang senang dan membanggakan dengan hasil yang sangat megangumkan karna ia adalah hasil sebuah prestasi yang terekam dengan baik setiap kata yang tertulis. Ada menyambung persaudaraan, ada memperbaiki kerusakan hubungan dengan teman lama. Ada beberapa tulisan yang bagus. Ada status yang cantik di baca.
Kedua, barang kali Anda merasa biasa-biasa saja. Karna semua hanya sebuah kegiatan iseng yang tidak banyak memberikan makna apa-apa. Ada catatan aktivitas terbaru yang bergabung dengan grub dan halaman yang hanya untuk menumpang tenar atau menambah popularitas.
Ada silaturrahmi dengan teman-teman yang sekedar bahwa kita eksis dalam sebuah komunitas dengan pencapaian teman yang banyak. Pencapaian ini di jadikan sebuah kebanggan di depan komunitas tertentu saja.
Ketika catatan itu datang, banyak gambar-gambar yang beraneka ragam datang. Mulai dari yang terbaik, menjadikan diri Anda tergugah untuk berbuat kebaikan. Menjadi lebih baik dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Juga terdapat gambar yang menjadikan Anda mendekat kepada penurunan kualitas diri. Gambar yang mengarahkan Anda pada berbuat kerusakan. Gambar yang menjadikan Anda sebagai seorang yang tidak baik.
Fenomena gambar ini terlihat jelas pada beberapa gambar valentine. Dari beberapa yang pernah singgah di wall (dinding) adalah gambar yang tak elok di pandang mata yang mengarahkan kepada yang tidak baik.
Ketiga, barang kali Anda merasa menyesal dan tidak mampu menahan gejolak emosi sedih dengan hantaran buku catatan aktivitas terbaru yang pernah di lakukan. Postingan-postingan yang lebih banyak berisi sebuah nada keluhan. Catatan yang berisi umpatan dan cacian. Komentar-komentar yang tidak bermanfaat dan penuh dengan kesia-sian.
Sebagaimana telah terjadi seseorang di hukum penjara di sebabkan oleh mencemarkan nama baik. Kasus ini terjadi di wlayah hukum bogor. Kasus seseorang yang cemburu di sebabkan oleh diganggunya sang pacar oleh teman sesama facebook. Menuliskan cacian dan makian yang merusak nama baik.
Kemudian kisah yang terjadi pada beberapa pelajar yang sempat menjadi headline berita nasional dan dikupas oleh berbagai pakar. Seorang murid menyampaikan sebuah nasehat yang amat berharga untuk ibu guru. Sebuah keberanian untuk mengungkap kebenaran. Keputusan final yang di salahkan adalah sang anak yang berani unjuk kebaikan dengan cara yang terbaik yang ia fikir mampu menasehati sang guru.
Catatan kita itu selalu hadir setiap saat kita melihat dinding kita, melihat komentar teman-teman yang selalu setia menimpali akan status baru kita. Melihat dan mengucapkan terima kasih akan jempol-jempol. Kemudian juga ada aktivitas terbaru kita menulis di komentar dinding atau status siapa.
Catatan itu tidak ada yang terlupakan sedikit pun. Apapun tercatat, ketika kita menghapus kiriman dalam system computer dan system facebook mempunyai rekam jejak. Inilah sering di gunakan oleh mereka yang mengerti tentang system sebuah computer berjalan.
Kemampuan ini sering di gunakan oleh para pelaku dalam bidang hukum, penyidikan, penyelidikan dan juga intelijen yang selalu memantau orang-orang tertentu.
Kitab Kanan
Dalam rentang waktu yang lama sebenarnya Allah swt telah memberikan sebuah peringatan jauh. Hal ini berdasarkan ayat surat al-Insyiqaq. Surat yang ke 84 yang diturunkan di periode dakwah nabi Muhammad Saw di Makkah.
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya. Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira”. (Q.S al-Insyiqaq 7-9)
Inilah yang menjadikan kita gembira ketika di sodorkan catatan kita (kitab) dari sebelah kanan. Pemberian dengan sebelah kanan adalah pemberian dengan kebaikan sebagai mana kita memberikan segala sesuatu dengan yang kanan.
Menyuap makanan dengan tangan kanan. Memberi sesuatu kepada orang yang Anda cintai dengan tangan kanan. Melakukan berwudu’ di mulai dari bagian kanan dari organ tubuh.
Catatan Anda dari aktivitas terbaru adalah sebuah pembuka terhadap tautan kegiatan yang lain. Niat Anda bukanlah untuk berbangga dengan apa telah di perbuat. Sesuatu semata untuk tidak di kenang oleh Anda maupun orang lain dengan mengiklaskannya.
Mengikhlaskan dengan cara menghapus pemberitahuan aktivitas terbaru. Ikhlas untuk menghapus pernyataan niat Anda yang di berikan pemberitahan terbaru oleh system. Karna cukup Anda yang tahu dengan rabb dan catatan dalam system computer dan malaikat. Disinilah kita menjadi pribadi yang tidak menyombongkan pertemanan dengan siapa pun. Pertemanan kita dengan orang tertentu berlandaskan bahwa setiap kita adalah bersaudara seaqidah setauhid, seiman dan seislam.
Mengiklaskan dalam memaafkan teman tentang kesalahan yang Anda lakukan. Aktivitas terbaru mencatat sesuatu yang tidak baik atau bergabung dengan grup yang membuat Anda menurun secara kualitas.
Kemudian setelah menghapus pemberitahuan dengan keihlasan dalam tidak dilihat oleh siapapun, keikhlasan untuk memaafkan diri dan menghapus beberapa hal lain yang menjadikan Anda dan teman-teman Anda mendapatkan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Maka catatan itu kita lihat begitu indah, bagus, mudah untuk melakukan pemeriksaan. Karna tidak banyak pertanyaan yang muncul.
Kitab kiri
“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang. maka dia akan berteriak: "Celakalah aku." Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya”. (Q.S al-Insyiqaq 10-15)
Maka ketika kita mendapatkan catatan yang di berikan dari sebalah kiri. Sebelah kiri adalah sebuah bentuk perumpamaan yang mengena untuk kegiatan yang di lakukan oleh organ tubuh membersihkan yang kotor.
Catatan itu berisi banyak hal yang bernada negative. Catatan yang berisi komentar yang naïf dan menyela atau mencaci maki. Postingan yang tidak mendekatkan seseorang ke jalan kebaikan. Postingan atau give gambar dengan menggunakan gift yang mendekatkan orang kepada kejahatan, ketidakbaikan atau merangsang seseorang untuk berbuat melanggar agama, keyakinan, norma susila dan etika.
Maka kita hanya mampu berteriak “Celakah aku”.
Kecelakaan yang kita tidak awas waspada dengan setiap hal yang di lakukan dalam postingan update status, menulis catatan, mengomentari status atau catatan teman. Memberikan apresiasi suka dengan jempol dan juga chatting yang telah kita lakukan.
Terkadang Anda merasa bangga dengan mampu membalas kejahatan orang dengan kejahatan serupa. Membalas cacian orang dengan cacian serupa atau bahkan menambahkannya. Terkadang malah menganjurkan teman, mengajak, mempengaruhi untuk terlibat dalam grub, atau halaman yang merusak diri.
Maka jadilah kita menjadi pribadi yang celaka dari sisi pandang manusia yang melihat Anda yang sekali-kali akan berkunjung melihat catatan postingan Anda dan mengetahui hampir seluruh kegiatan Anda baik yang mengandung kebaikan atau postingan up date status, pertemanan dan komentar yang tidak mengandung kebaikan.
Dari Kiri ke Kanan
Setelah Anda mengetahui di manakah posisi saat sekarang ini. Maka langkah berikut ini Anda butuhkan berubah dari yang tidak baik menjadi baik. Dari yang baik menjadi lebih baik.
Rasulullah bersabda dengan memberikan klasifikasi Anda menjadi:
Pertama “Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia merugi”. Postingan kita bisa di lakukan berdasarkan satuan waktu, seperti minggu atau bulan. Maka apabila minggu ini sama dengan minggu kemarin maka Anda di pastikan adalah merugi”
Kedua “Siapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka ia celaka”. Kecelakaan yang kita lakukan dengan pilihan-pilihan akan update status, menulis catatan, mengkomentari dan memberikan jempol-jempol bagi sesama.
Ketiga “Siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka ia beruntung”. Seperti sebuah pohon yang selalu tumbuh daun baru setiap hari di berbagai ujung dahan, ranting baru. Semakin hari semakin banyak daun baru dan juga ranting yang mampu menghasilkan banyak oksigen dan juga memberikan kebaikan untuk pertumbuhan daun baru, akar, batang dan buah.
Maka ketika Anda melakukan kebaikan dan kebaikan dengan update status, catatan yang lebih baik maka Anda adalah manusia yang beruntung.
Kemudian langkah apa yang mesti Anda ambil:
Pertama. Memperbaiki niat (tujuan) untuk berfacebook. Jadikanlah ini sebagai sebuah bentuk wujud kebaikan dalam ibadah muamalah, ibadah social dengan orang lain. Tujuan akan menuntun Anda secara baik lewat sebuah gerakan alam semesta. Hal ini seperti sebuah low of attraction. Sesuatu itu akan bertemu dengan yang serupa atau sama. Seekor burung akan berkumpul dengan sendirinya dengan warna yang sama, bentuk yang sama.
Kedua. Memaafkan kekhilafan diri. Maafkanlah diri Anda terlebih dahulu dengan menghapus jejak-jejak kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Berterima kasihlah kepada diri Anda bahwa telah memberikan sebuah peringatan.
Ketika kita telah memaafkan diri sendiri pada saat itu maka kesalahan itu menjadi kebaikan yang terus memberikan dorongan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
Maka Anda telah menghapus aktivitas terbaru satu persatu. Aktivitas yang membebani psikologis Anda. Beban yang membuat bentuk Anda tidak sedap di pandang. Seperti pakaian kotor yang belum di cuci. Maka cucilah dengan deterjen Memaafkan.
Ketiga. Memulai mengupdate status secara perlahan dengan status yang memberikan energy positif seperti. “Assalamu’alaikum wr. Wb, semoga pagi ini kita adalah pribadi yang berbuat kebaikan”. “Assalamu’alaikum wr. Wb. Kita adalah apa yang kita fikirkan” dan bisa juga membuat status dengan mengutip kata-kata bijak, do’a, harapan, dukungan, hadist, al-Quran, nasehat atau hikmah.
Keempat. Memulai menulis catatan. Mulailah dengan catatan yang sedikit untuk memudahkan kebiasaan baru. Dalam update status di dinding terkadang terbatas hanya 420 karakter. Hal ini sering tidak bisa memuat keseluruhan. Inilah pengalaman penulis.
Kelima. Berkomitmen untuk stabil dari hari kehari atau dari minggu keminggu bagi kita yang terbatas dalam mengakses layanan dunia maya.
Keenam. Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung Anda menjadi pribadi hebat. Banyak komunitas yang secara stabil melakukan pengiriman tulisan-tulisan bermutu, kisah-kisah inspiratif seperti para motivator dan acara-acara yang menggugah dan mendekatkan diri kepada keberpihakan kebaikan.
Ketujuh. Bertemanlah dengan mereka yang membimbing Anda. Seperti bereman dengan penjual parfum maka akan dengan sendirinya akan harum. Walau tidak memakai parfum itu sendiri. Maka mintalah referensi dari teman-teman tentang orang-orang yang selalu konsisten untuk membimbing orang lain.
Kedelapan. Mulailah mempelajari hal-hal baru diluar keahlian Anda. Membaca beberapa tulisan-tulisan yang bagus. Mempelajari sesuatu memberikan Anda cara pandang yang lebih luas dan juga lebih komprehensif. Maka ketika itu Anda telah menaikkan kualitas diri Anda menjadi lebih baik dari hari kehari.
Kesembilan. Sisihkanlah sedikit dari pengeluaran Anda sebesar 5-10% untuk membeli buku. Kebijakan ini bisa Anda baca di catatan “Mengelola Cash out Flow” di catatan yang terdahulu. Kebijakan ini secara perlahan menjadikan Anda pribadi yang berkualitas dan hebat. Anda telah mampu mengatur pengeluran sendiri untuk yang lebih bermanfaat.
Hanya sebuah fakta saja bahwa seseorang perokok mampu menghabiskan Rp. 10.000,-/hari untuk merusak diri, orang lain dan lingkungan. Dan juga seorang wanita mampu untuk membeli make up, aksesoris, baju baru, sandal baru, perhiasan baru yang hanya menjadi topeng sementara karna dia akan habis dan berganti dengan yang baru melebihi Rp. 5.000,-/hari. Maka cukup kita kalikan dalam hitungan hari, bulan dan tahun.
Kesepuluh. Berbagilah akan kebaikan dengan sesama. Banyak tulisan-tulisan di facebook yang telah di berikan oleh penulis untuk di bagikan. Kalau tidak maka minta izinlah untuk dapat membaginya kepada teman-teman Anda lainnya dengan menulis di komentar di bawahnya.
Ketika kita tidak mampu untuk menjadi bagian dari sebuah rangkaian proses kebaikan maka kita telah menambah catatan kebaikan kita dan menerima Kitab dari arah kanan.
Semoga tulisan ini bisa menjadi bagian dari sebuah atom-atom kecil yang mampu menggerakkan atom-atom kebaikan lainnya untuk kita ummat yang terbaik (khairah ummah). Maka sebagai penutup dari tulisan ini. Mulailah dan jangan tunda esok atau lusa nanti.
-Muhammad Yunus Full-
Hari ini seperi bening sang air yang muncul dari sebuah mata air kecil di sebuah pengunungan, menelusuri lekuk pengunungan, melewati jurang, singgah di telaga, sungai, danau, dan perkampungan. Perjalanan ini akan bertemu banyak persoalan dan juga sampah-sampah kehidupan, namun ia akan tetap memberikan kehidupan, walau setelah sampai di lautan dan menguap menjadi awan di langit kehidupan ia kembali menjadi hujan
27 Januari 2010 jam 7:05
Salam sang pemenang pembelajar
Muhammad Yunus
Catatan:
1. Silahkan share tulisan ini kepada teman, keluarga untuk menggerakkan atom-atom kebaikan lainnya.
2. Silahkan untuk di print out dan di fotocopy dan diarsipkan atau di publikasikan di majalah dinding sekolah, kampus, majalah dinding keluarga CERDAS SEHAT-I.
3. Silahkan untuk dikritisi dan di luruskan manakala tulisan ini tidak sesuai dengan kaidah yang membawa kepada kebaikan-kebaikan.
4. Jadikanlah kita sebagai orang yang membantu untuk bersinergi dalam kebaikan dan ketakwaan.
5. Mohon do’a dan dukungan Anda, kami mampu dan konsisten dalam menulis dan bergerak dalam kegiatan CERDAS SEHAT-I dari Mesjid ke Mesjid dan Sekolah ke sekolah
-Muhammad Yunus Full-
Sel, 13 Rabiul awal pukul 6:31
Bagaimana persaan anda ketika datang seseorang yang dengan tiba-tiba memberikan sebuah catatan dari Facebook. Dalam catatan tersebut tedapat tulisan-tulisan yang telah ada sepanjang perjalanan facebook itu sendiri dan di dalamnya ada catatan chatting yang dilakukan. Ada pesan inbok yang masuk dan di kirimkan.
Beberapa diantara kita akan memberikan reaksi berbeda-beda.
Pertama, barang kali Anda merasakan yang senang dan membanggakan dengan hasil yang sangat megangumkan karna ia adalah hasil sebuah prestasi yang terekam dengan baik setiap kata yang tertulis. Ada menyambung persaudaraan, ada memperbaiki kerusakan hubungan dengan teman lama. Ada beberapa tulisan yang bagus. Ada status yang cantik di baca.
Kedua, barang kali Anda merasa biasa-biasa saja. Karna semua hanya sebuah kegiatan iseng yang tidak banyak memberikan makna apa-apa. Ada catatan aktivitas terbaru yang bergabung dengan grub dan halaman yang hanya untuk menumpang tenar atau menambah popularitas.
Ada silaturrahmi dengan teman-teman yang sekedar bahwa kita eksis dalam sebuah komunitas dengan pencapaian teman yang banyak. Pencapaian ini di jadikan sebuah kebanggan di depan komunitas tertentu saja.
Ketika catatan itu datang, banyak gambar-gambar yang beraneka ragam datang. Mulai dari yang terbaik, menjadikan diri Anda tergugah untuk berbuat kebaikan. Menjadi lebih baik dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Juga terdapat gambar yang menjadikan Anda mendekat kepada penurunan kualitas diri. Gambar yang mengarahkan Anda pada berbuat kerusakan. Gambar yang menjadikan Anda sebagai seorang yang tidak baik.
Fenomena gambar ini terlihat jelas pada beberapa gambar valentine. Dari beberapa yang pernah singgah di wall (dinding) adalah gambar yang tak elok di pandang mata yang mengarahkan kepada yang tidak baik.
Ketiga, barang kali Anda merasa menyesal dan tidak mampu menahan gejolak emosi sedih dengan hantaran buku catatan aktivitas terbaru yang pernah di lakukan. Postingan-postingan yang lebih banyak berisi sebuah nada keluhan. Catatan yang berisi umpatan dan cacian. Komentar-komentar yang tidak bermanfaat dan penuh dengan kesia-sian.
Sebagaimana telah terjadi seseorang di hukum penjara di sebabkan oleh mencemarkan nama baik. Kasus ini terjadi di wlayah hukum bogor. Kasus seseorang yang cemburu di sebabkan oleh diganggunya sang pacar oleh teman sesama facebook. Menuliskan cacian dan makian yang merusak nama baik.
Kemudian kisah yang terjadi pada beberapa pelajar yang sempat menjadi headline berita nasional dan dikupas oleh berbagai pakar. Seorang murid menyampaikan sebuah nasehat yang amat berharga untuk ibu guru. Sebuah keberanian untuk mengungkap kebenaran. Keputusan final yang di salahkan adalah sang anak yang berani unjuk kebaikan dengan cara yang terbaik yang ia fikir mampu menasehati sang guru.
Catatan kita itu selalu hadir setiap saat kita melihat dinding kita, melihat komentar teman-teman yang selalu setia menimpali akan status baru kita. Melihat dan mengucapkan terima kasih akan jempol-jempol. Kemudian juga ada aktivitas terbaru kita menulis di komentar dinding atau status siapa.
Catatan itu tidak ada yang terlupakan sedikit pun. Apapun tercatat, ketika kita menghapus kiriman dalam system computer dan system facebook mempunyai rekam jejak. Inilah sering di gunakan oleh mereka yang mengerti tentang system sebuah computer berjalan.
Kemampuan ini sering di gunakan oleh para pelaku dalam bidang hukum, penyidikan, penyelidikan dan juga intelijen yang selalu memantau orang-orang tertentu.
Kitab Kanan
Dalam rentang waktu yang lama sebenarnya Allah swt telah memberikan sebuah peringatan jauh. Hal ini berdasarkan ayat surat al-Insyiqaq. Surat yang ke 84 yang diturunkan di periode dakwah nabi Muhammad Saw di Makkah.
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya. Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira”. (Q.S al-Insyiqaq 7-9)
Inilah yang menjadikan kita gembira ketika di sodorkan catatan kita (kitab) dari sebelah kanan. Pemberian dengan sebelah kanan adalah pemberian dengan kebaikan sebagai mana kita memberikan segala sesuatu dengan yang kanan.
Menyuap makanan dengan tangan kanan. Memberi sesuatu kepada orang yang Anda cintai dengan tangan kanan. Melakukan berwudu’ di mulai dari bagian kanan dari organ tubuh.
Catatan Anda dari aktivitas terbaru adalah sebuah pembuka terhadap tautan kegiatan yang lain. Niat Anda bukanlah untuk berbangga dengan apa telah di perbuat. Sesuatu semata untuk tidak di kenang oleh Anda maupun orang lain dengan mengiklaskannya.
Mengikhlaskan dengan cara menghapus pemberitahuan aktivitas terbaru. Ikhlas untuk menghapus pernyataan niat Anda yang di berikan pemberitahan terbaru oleh system. Karna cukup Anda yang tahu dengan rabb dan catatan dalam system computer dan malaikat. Disinilah kita menjadi pribadi yang tidak menyombongkan pertemanan dengan siapa pun. Pertemanan kita dengan orang tertentu berlandaskan bahwa setiap kita adalah bersaudara seaqidah setauhid, seiman dan seislam.
Mengiklaskan dalam memaafkan teman tentang kesalahan yang Anda lakukan. Aktivitas terbaru mencatat sesuatu yang tidak baik atau bergabung dengan grup yang membuat Anda menurun secara kualitas.
Kemudian setelah menghapus pemberitahuan dengan keihlasan dalam tidak dilihat oleh siapapun, keikhlasan untuk memaafkan diri dan menghapus beberapa hal lain yang menjadikan Anda dan teman-teman Anda mendapatkan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Maka catatan itu kita lihat begitu indah, bagus, mudah untuk melakukan pemeriksaan. Karna tidak banyak pertanyaan yang muncul.
Kitab kiri
“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang. maka dia akan berteriak: "Celakalah aku." Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya”. (Q.S al-Insyiqaq 10-15)
Maka ketika kita mendapatkan catatan yang di berikan dari sebalah kiri. Sebelah kiri adalah sebuah bentuk perumpamaan yang mengena untuk kegiatan yang di lakukan oleh organ tubuh membersihkan yang kotor.
Catatan itu berisi banyak hal yang bernada negative. Catatan yang berisi komentar yang naïf dan menyela atau mencaci maki. Postingan yang tidak mendekatkan seseorang ke jalan kebaikan. Postingan atau give gambar dengan menggunakan gift yang mendekatkan orang kepada kejahatan, ketidakbaikan atau merangsang seseorang untuk berbuat melanggar agama, keyakinan, norma susila dan etika.
Maka kita hanya mampu berteriak “Celakah aku”.
Kecelakaan yang kita tidak awas waspada dengan setiap hal yang di lakukan dalam postingan update status, menulis catatan, mengomentari status atau catatan teman. Memberikan apresiasi suka dengan jempol dan juga chatting yang telah kita lakukan.
Terkadang Anda merasa bangga dengan mampu membalas kejahatan orang dengan kejahatan serupa. Membalas cacian orang dengan cacian serupa atau bahkan menambahkannya. Terkadang malah menganjurkan teman, mengajak, mempengaruhi untuk terlibat dalam grub, atau halaman yang merusak diri.
Maka jadilah kita menjadi pribadi yang celaka dari sisi pandang manusia yang melihat Anda yang sekali-kali akan berkunjung melihat catatan postingan Anda dan mengetahui hampir seluruh kegiatan Anda baik yang mengandung kebaikan atau postingan up date status, pertemanan dan komentar yang tidak mengandung kebaikan.
Dari Kiri ke Kanan
Setelah Anda mengetahui di manakah posisi saat sekarang ini. Maka langkah berikut ini Anda butuhkan berubah dari yang tidak baik menjadi baik. Dari yang baik menjadi lebih baik.
Rasulullah bersabda dengan memberikan klasifikasi Anda menjadi:
Pertama “Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia merugi”. Postingan kita bisa di lakukan berdasarkan satuan waktu, seperti minggu atau bulan. Maka apabila minggu ini sama dengan minggu kemarin maka Anda di pastikan adalah merugi”
Kedua “Siapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka ia celaka”. Kecelakaan yang kita lakukan dengan pilihan-pilihan akan update status, menulis catatan, mengkomentari dan memberikan jempol-jempol bagi sesama.
Ketiga “Siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka ia beruntung”. Seperti sebuah pohon yang selalu tumbuh daun baru setiap hari di berbagai ujung dahan, ranting baru. Semakin hari semakin banyak daun baru dan juga ranting yang mampu menghasilkan banyak oksigen dan juga memberikan kebaikan untuk pertumbuhan daun baru, akar, batang dan buah.
Maka ketika Anda melakukan kebaikan dan kebaikan dengan update status, catatan yang lebih baik maka Anda adalah manusia yang beruntung.
Kemudian langkah apa yang mesti Anda ambil:
Pertama. Memperbaiki niat (tujuan) untuk berfacebook. Jadikanlah ini sebagai sebuah bentuk wujud kebaikan dalam ibadah muamalah, ibadah social dengan orang lain. Tujuan akan menuntun Anda secara baik lewat sebuah gerakan alam semesta. Hal ini seperti sebuah low of attraction. Sesuatu itu akan bertemu dengan yang serupa atau sama. Seekor burung akan berkumpul dengan sendirinya dengan warna yang sama, bentuk yang sama.
Kedua. Memaafkan kekhilafan diri. Maafkanlah diri Anda terlebih dahulu dengan menghapus jejak-jejak kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Berterima kasihlah kepada diri Anda bahwa telah memberikan sebuah peringatan.
Ketika kita telah memaafkan diri sendiri pada saat itu maka kesalahan itu menjadi kebaikan yang terus memberikan dorongan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
Maka Anda telah menghapus aktivitas terbaru satu persatu. Aktivitas yang membebani psikologis Anda. Beban yang membuat bentuk Anda tidak sedap di pandang. Seperti pakaian kotor yang belum di cuci. Maka cucilah dengan deterjen Memaafkan.
Ketiga. Memulai mengupdate status secara perlahan dengan status yang memberikan energy positif seperti. “Assalamu’alaikum wr. Wb, semoga pagi ini kita adalah pribadi yang berbuat kebaikan”. “Assalamu’alaikum wr. Wb. Kita adalah apa yang kita fikirkan” dan bisa juga membuat status dengan mengutip kata-kata bijak, do’a, harapan, dukungan, hadist, al-Quran, nasehat atau hikmah.
Keempat. Memulai menulis catatan. Mulailah dengan catatan yang sedikit untuk memudahkan kebiasaan baru. Dalam update status di dinding terkadang terbatas hanya 420 karakter. Hal ini sering tidak bisa memuat keseluruhan. Inilah pengalaman penulis.
Kelima. Berkomitmen untuk stabil dari hari kehari atau dari minggu keminggu bagi kita yang terbatas dalam mengakses layanan dunia maya.
Keenam. Bergabunglah dengan komunitas yang mendukung Anda menjadi pribadi hebat. Banyak komunitas yang secara stabil melakukan pengiriman tulisan-tulisan bermutu, kisah-kisah inspiratif seperti para motivator dan acara-acara yang menggugah dan mendekatkan diri kepada keberpihakan kebaikan.
Ketujuh. Bertemanlah dengan mereka yang membimbing Anda. Seperti bereman dengan penjual parfum maka akan dengan sendirinya akan harum. Walau tidak memakai parfum itu sendiri. Maka mintalah referensi dari teman-teman tentang orang-orang yang selalu konsisten untuk membimbing orang lain.
Kedelapan. Mulailah mempelajari hal-hal baru diluar keahlian Anda. Membaca beberapa tulisan-tulisan yang bagus. Mempelajari sesuatu memberikan Anda cara pandang yang lebih luas dan juga lebih komprehensif. Maka ketika itu Anda telah menaikkan kualitas diri Anda menjadi lebih baik dari hari kehari.
Kesembilan. Sisihkanlah sedikit dari pengeluaran Anda sebesar 5-10% untuk membeli buku. Kebijakan ini bisa Anda baca di catatan “Mengelola Cash out Flow” di catatan yang terdahulu. Kebijakan ini secara perlahan menjadikan Anda pribadi yang berkualitas dan hebat. Anda telah mampu mengatur pengeluran sendiri untuk yang lebih bermanfaat.
Hanya sebuah fakta saja bahwa seseorang perokok mampu menghabiskan Rp. 10.000,-/hari untuk merusak diri, orang lain dan lingkungan. Dan juga seorang wanita mampu untuk membeli make up, aksesoris, baju baru, sandal baru, perhiasan baru yang hanya menjadi topeng sementara karna dia akan habis dan berganti dengan yang baru melebihi Rp. 5.000,-/hari. Maka cukup kita kalikan dalam hitungan hari, bulan dan tahun.
Kesepuluh. Berbagilah akan kebaikan dengan sesama. Banyak tulisan-tulisan di facebook yang telah di berikan oleh penulis untuk di bagikan. Kalau tidak maka minta izinlah untuk dapat membaginya kepada teman-teman Anda lainnya dengan menulis di komentar di bawahnya.
Ketika kita tidak mampu untuk menjadi bagian dari sebuah rangkaian proses kebaikan maka kita telah menambah catatan kebaikan kita dan menerima Kitab dari arah kanan.
Semoga tulisan ini bisa menjadi bagian dari sebuah atom-atom kecil yang mampu menggerakkan atom-atom kebaikan lainnya untuk kita ummat yang terbaik (khairah ummah). Maka sebagai penutup dari tulisan ini. Mulailah dan jangan tunda esok atau lusa nanti.
-Muhammad Yunus Full-
Hari ini seperi bening sang air yang muncul dari sebuah mata air kecil di sebuah pengunungan, menelusuri lekuk pengunungan, melewati jurang, singgah di telaga, sungai, danau, dan perkampungan. Perjalanan ini akan bertemu banyak persoalan dan juga sampah-sampah kehidupan, namun ia akan tetap memberikan kehidupan, walau setelah sampai di lautan dan menguap menjadi awan di langit kehidupan ia kembali menjadi hujan
27 Januari 2010 jam 7:05
Salam sang pemenang pembelajar
Muhammad Yunus
Catatan:
1. Silahkan share tulisan ini kepada teman, keluarga untuk menggerakkan atom-atom kebaikan lainnya.
2. Silahkan untuk di print out dan di fotocopy dan diarsipkan atau di publikasikan di majalah dinding sekolah, kampus, majalah dinding keluarga CERDAS SEHAT-I.
3. Silahkan untuk dikritisi dan di luruskan manakala tulisan ini tidak sesuai dengan kaidah yang membawa kepada kebaikan-kebaikan.
4. Jadikanlah kita sebagai orang yang membantu untuk bersinergi dalam kebaikan dan ketakwaan.
5. Mohon do’a dan dukungan Anda, kami mampu dan konsisten dalam menulis dan bergerak dalam kegiatan CERDAS SEHAT-I dari Mesjid ke Mesjid dan Sekolah ke sekolah
Langganan:
Postingan (Atom)
